Pengajian Kolaboratif Yasinta An-Nur: Kirim Doa, Menguatkan Cinta Rasulullah SAW
![]() |
| Foto: Bapak Agung Widi Ketua RT21 |
Yang membuat pengajian kali ini istimewa adalah hadirnya souvenir unik berupa kursi dingklik mungil — simbol kehangatan dan kebersamaan yang bisa dibawa pulang.
Acara dibuka dengan lantunan syahadat tiga kali oleh Ustadz Sarina selaku MC, menandai awal dari malam penuh harapan. Sambutan tuan rumah disampaikan oleh Gus Zainal, yang mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua. “Ridho Allah terletak pada ridho ibu,” ucap beliau, sebelum mengirimkan Al-Fatihah kepada para leluhur dan ahli kubur.
Pembacaan Surat Yasin dipimpin oleh Ustadz Khabib Haidar, dengan suara pelan namun penuh makna, menyentuh hati sekitar 50 jamaah yang hadir.
Tahlil dipandu oleh Ustadz Taslihul Ibath, sesepuh Yasinta yang telah membersamai jamaah sejak awal berdiri. Kemudian, suasana berubah menjadi penuh semangat saat Ustadz Hakim memimpin sholawat Diba’ dan Mahalulqiyam. Jamaah putra dan putri larut dalam cinta kepada Rasulullah SAW, berharap syafaat di Yaumil Qiyamah.
Ibu Dewi, istri Gus Zainal, turut menyampaikan sambutan dengan penuh ketulusan, memohon maaf atas segala kekurangan karena acara ini digelar secara mendadak.
Doa penutup dibacakan oleh Ustadz Misnari dengan fasih dan menyentuh. Ketika beliau mengajak menyebut nama kedua orang tua masing-masing, suasana menjadi haru. Penulis pun tak kuasa menahan air mata😠— doa itu benar-benar sampai ke hati.
Semoga semangat kolaborasi ini terus tumbuh, menjadi warisan rohani yang abadi di tengah masyarakat Green Menganti.
