BREAKING NEWS

Dua Calon RW 08 Green Menganti “Lungguh Bareng”: Bangun Budaya Fastabiqul Khairat Menjelang PilRW08


Green Menganti, MAJELIS RAKYAT KECIL— Menjelang pemilihan RW 08 Perumahan Green Menganti, dua calon yang direkomendasikan “Kung RW08” menunjukkan langkah dewasa dengan duduk bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.

Kegiatan konsolidasi ini berlangsung pada Ahad pagi, 16 November 2025, sebagai upaya membangun budaya baru dalam fastabiqul khairat—berlomba-lomba dalam kebaikan.

Acara tersebut dihadiri oleh: Bapak Agung, Bapak Eko (calon), Bapak Abdi (calon), Abah Rusman, Bapak Taufik, Bapak Agus Mur, Bapak Mahrus dan Bapak Nurrohman,

Kehadiran para tokoh dan warga aktif ini menambah hangat suasana pertemuan.

Pertemuan dilakukan di warung Soto Cemara Wangi, sebuah tradisi yang sebenarnya sudah lama hidup di kalangan tokoh masyarakat Green Menganti.

Acara sarapan pagi bersama ini memang sering dilakukan, dan secara bergantian — siapa pun yang mendapat kelapangan rezeki — mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sarapan bersama setiap hari libur. Tradisi ini menjadi ajang mempererat silaturahmi, menyamakan pandangan, dan menjaga suasana sosial tetap harmonis.

Bahkan pada pertemuan kali ini, pilihan menu kedua calon pun menjadi sorotan unik yang penuh makna positif.

Pak Eko, yang memilih Soto Ayam plus Ceker, menunjukkan karakter ringan namun bertenaga. Ayam melambangkan kelincahan, kecepatan merespon persoalan warga, serta kedekatan dengan masyarakat. “Ceker” menandakan ketelitian, kerja detail, dan komitmen membangun dari hal-hal kecil yang membawa perubahan besar. Ini sejalan dengan visinya menghadirkan pelayanan yang cepat, tanggap, dan solutif.

Sementara itu, Pak Abdi, yang memilih Soto Daging dengan tambahan kecap manis, menggambarkan karakter kokoh, stabil, dan tegas. Daging menjadi simbol fondasi kuat dalam membangun lingkungan, sementara kecap manis memberi kesan keramahan, keseimbangan, dan kedewasaan dalam memimpin. Ini selaras dengan visinya menciptakan Green Menganti yang tertib, nyaman, dan menenangkan bagi seluruh warga.

Langkah “lungguh bareng” ini sekaligus ingin menguatkan budaya baru bahwa menjadi calon ketua RT atau RW bukan sesuatu yang menakutkan, bukan ruang untuk saling menjatuhkan. Maju sebagai calon adalah bentuk pengabdian, kepedulian, dan ibadah sosial yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT.

Kebersamaan kedua calon ini diharapkan menjadi teladan untuk pemilihan RW 08 yang lebih dewasa, kompak, dan penuh keberkahan.

Dengan karakter, visi, dan semangat positif keduanya, warga Green Menganti optimis bahwa RW 08 akan terus melangkah menuju lingkungan yang lebih baik.

Dua sosok calon Ketua RW 08 yang akan bertarung dalam pemilihan mendatang tampak duduk semeja menikmati santapan bersama. Pemandangan tersebut mencerminkan kematangan sikap dan kedewasaan dalam berkompetisi, menghadirkan suasana adem dan menyejukkan. “Melihat mereka bisa duduk bersama dengan penuh ketenangan, sungguh menunjukkan kedewasaan politik di tingkat warga,” ujar Cak Tofik, awak media yang turut menyaksikan momen tersebut.  

Tim Media Majelis Rakyat Kecil

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar